
Pulang Pisau – Bupati Pulang Pisau Ahmad Rifa’i mengharapkan pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Rapi, dan Indah) di Kabupaten Pulang Pisau tidak sekedar simbolis tetapi dilaksanakan dalam kehidupan nyata masyarakat dan menjadi budaya sehari-hari.
Hal tersebut disampaikan Rifa’i saat kegiatan Gerakan Indonesia ASRI dan Launching Pemilahan Sampah yang di gelar di Pasar Kamis dan TPS Rey 3 Pulang Pisau, Selasa (17/3/2026).
Kegiatan bersih-bersih lingkungan secara gotong royong ini digelorakan Bupati Pulang Pisau, Ahmad Rifa’i dan Wakil Bupati Ahmad Jayadikarta dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari pegawai pemerintahan, TNI/Polri, Ormas dan Pelajar.
Bupati mengatakan Gerakan Indonesia ASRI yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto pada untuk menciptakan lingkungan bersih, tertata, dan berkelanjutan menjadi momentum untuk membangkitkan kesadaran kolektif masyarakat dalam merawat lingkungan.
Melalui aksi bersih-bersih bersama tambahnya pemerintah daerah ingin menciptakan lingkungan yang tidak hanya bersih dan sehat, tapi juga nyaman serta indah dipandang, sekaligus mempererat tali persaudaraan antar warga.
“Saya berharap apa yang kita lakukan saat ini menjadi budaya sehari-hari yang berkelanjutan,” katanya.
Menurutnya keberhasilan menjaga lingkungan bergantung pada keterlibatan aktif kita semua. “Mari jadikan ini kebiasaan rutin, agar Pulang Pisau semakin asri dan layak huni bagi anak cucu kita,” ujar Rifa’i.
Gerakan Indonesia ASRI di Kabupaten Pulang Pisau sekaligus Launching Pemilahan Sampah yang digelar dalam Tempat Pembuangan Sampah (TPS) jalan Rey 3.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pulang Pisau, Godfridson mengatakan pemilahan sampah menjadi tiga kategori utama yakni sampah organik (sisa makanan, daun-daunan) yang bisa terurai alami atau diolah jadi kompos, sampah anorganik(plastik, botol, kaleng) yang berpotensi didaur ulang dan sampah B3 (baterai bekas, limbah kimia, dll.) yang memerlukan penanganan khusus agar tidak mencemari tanah dan air.(WKah/Red)
