Pj Bupati Pulang Pisau, Nunu Andriani saat membuka Bimbingan Teknis Peningkatan Pemahaman dan Implementasi Manajemen Risiko di Lingkungan Pemerintah Daerah.

Pulang Pisau – Penjabat (Pj) Bupati Pulang Pisau, Nunu Andriani membuka Bimbingan Teknis Peningkatan Pemahaman dan Implementasi Manajemen Risiko di Lingkungan Pemerintah Daerah. Bertempat di Aula Bapperida Pulang Pisau, Senin (17/2/2025).

Nunu Andriani mengatakan manajemen risiko adalah salah satu aspek yang sangat penting dalam tata kelola pemerintahan yang baik. Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab yang besar untuk mengelola sumber daya, baik itu anggaran, kebijakan, maupun program-program pembangunan, dengan penuh kehati-hatian dan pertimbangan yang matang.

Sebagai lembaga publik yang bertanggung jawab terhadap kepentingan masyarakat, pihaknya harus memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil dan setiap program yang dijalankan dapat meminimalkan risiko kerugian dan kegagalan.

“Sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pengelolaan pemerintahan, harus mengadopsi pendekatan manajemen risiko yang sistematis dan terintegrasi,” kata Nunu.

Dia menjelaskan manajemen risiko bukan hanya tentang mengidentifikasi potensi risiko yang mungkin terjadi, tetapi juga tentang bagaimana dapat merancang strategi mitigasi yang tepat, memantau perkembangan risiko yang ada, dan memastikan bahwa setiap langkah yang diambil dapat mengurangi dampak negatif bagi keberlanjutan program-program pemerintah.

Bimtek Peningkatan Pemahaman dan Implementasi Manajemen Risiko ini sebagai wadah untuk memperkuat kapasitas tentang tata kelola pemerintahan. Bimtek ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan yang lebih mendalam mengenai konsep-konsep manajemen risiko, serta penerapannya dalam konteks pemerintahan daerah setempat.

Pj Bupati mengatakan dengan adanya manajemen risiko yang efektif dapat meningkatkan akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan anggaran dan sumber daya daerah, serta meminimalkan potensi penyalahgunaan yang dapat merugikan daerah dan masyarakat.

Harapannya setelah mengikuti bimtek seluruh peserta dapat memanfaatkan ilmu yang diperoleh untuk merancang kebijakan yang lebih responsif terhadap risiko, baik risiko yang sudah dapat diprediksi maupun risiko yang muncul secara tidak terduga.(WKah/Red) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *